Divide aNd Conquer

Penghuni jurusan Informatika dan  Elektro, atau mungkin yang lain—yang gak aku tahu—pasti kenal dengan istilah ini. Divide and Conquer adalah salah satu bagian dari algoritme.

Aku sendiri kenal istilah ini karena (memang) diberitahu oleh mentor aku yang adalah alumni informatika.

Divide and conquer ini intinya adalah salah satu cara yang efektif untuk menyelesaikan masalah yang besar, dan poin plus dari teknik ini, dia bisa mengurangi tekanan dan beban dalam diri kita dalam menuntaskan masalah tersebut.

Divide and conquer ini menurut aku adalah teknik yang ‘take it slowly but surely’

Oke, sekarang kita langsung ke contohnya aja.

Waktu itu aku lagi buka akun youthmanual.com (situs yang berfokus pada pengembangan anak muda, dan menyediakan layanan konsultasi, tapi perlu dingat guys ini bukan promosi, hanya pengenalan hehe) dan lagi iseng-iseng aja buat baca jurnal disana. Terus ada nih jurnal tentang “Biar Nggak Galau Berkepanjangan, Jawab 25 Pertanyaan Singkat Ini Untuk Mulai Mengenal Dirimu Dengan Lebih Baik

Jangan disangka ini bukan masalah besar ya guys.

Pada kenyataannya, tugas pertama kita ketika beranjak dewasa adalah harus betul-betul tahu siapa kita.

Di laman itu, kalian bakal nemuin 25 pertanyaan.

Admit it, 25 pertanyaan itu gak sedikit lho, dan siapa coba yang bisa langsung jawab ketika baca dan ngerekam semua hasilnya lalu langsung memutuskan? 90% of people can’t. Menurutku.

Saat itu, aku pikir bisa nih dicoba, tapi masalahnya mager banget buat nyari jawaban selagi baca dan sebenarnya yang lebih bikin malas lagi adalah 25 pertanyaan itu. Kalau untuk soal pilgan, 25 bukan masalah. Tapi untuk ini? Duh, ogah deh. Karena soal ini menyangkut evaluasi diri, kemungkinannya kecil untuk menjawab 1 atau beberapa pertanyaan dalam hitungan jam dalam sehari.

Jadi disinilah aku teirngat dengan mentor nan baik dan bijak yang menyebut Divide And Conquer saat sesi nasihat.

Dulu pembukanya seperti ini:

“Gimana caranya elu makan gajah”

Jawab aku “Ngapain makan gajah” tapi didalam hati sih, wkwk

Terus setelah diam aja, beliau buka mulut “Ya dengan makan bagian bagian kecilnya dulu kan, satu per satu lu makan hingga akhirnya gajah itu habis”

Jawabannya cukup bisa diterima.

Terus akhirnya entah dari ingatan itulah inspirasinya atau gimana, aku nyeletuk sendiri dalam hati

“Gimana kalau 25 ini dibagi 5”

Jadi, ada 5 bagian yang tiap bagian ada 5 pertanyaan. Tiap bagian diberi waktu minimal 2 hari untuk dijawab dan finally, dalam 10 hari kita udah bisa ngelahap semua perttanyaan itu.

10 hari untuk menemukan diri sendiri?

Kayaknya ini cocok jadi rekor tercepat.

Tapi intinya disini adalah kita bisa melihat suatu masalah besar dipecah kecil-keci dan  menyelesaikan kepingan kecil itu terlebih dahulu. Bagian lain disimpan di tempat yang aman (atau untuk sementara kita lupakan)  agar pikiran kita bisa fokus ke bagian yang sekarang sedang kita pegang.

Pada akhirnya, ketika kita sudah mencapai goal, berdasarkan banyak kesaksian, gak banyak yang sadar mereka sudah sampe di tujuan, dan momen “aku terharu, gak nyangka” pun akan segera muncul.

Selain itu, cara ini bisa mengurangi stress. Ketika kita dihadapkan pada tugas yang seabrek banyaknya, manakah yang lebih cepat? Aksi atau gerutuan?

Atau jika kalian juga pernah dengar cerita tentang dosa dan jam (judul yang aku namain sendiri,  sebenarnya ada konsep divide and conquer disitu)

Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya, “Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?”
Ayahnya memandang anak kecil itu dan berkata, “Tidak, nak”.

Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan bertanya lagi, “Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?”
Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.
“Oh, ayah, bagaimana kalau satu bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?”
Ayahnya tertawa, “Mungkin tidak bisa juga,nak.”

“Ok, ayah, ini yang terakhir kali, apakah kita hidup tidak bisa berdosa dalam satu jam saja?”
Akhirnya ayahnya mengangguk, “Kemungkinan besar, bisa nak, dan kasih Tuhanlah yang akan memampukan kita untuk hidup benar.”

Anak ini tersenyum lega. “Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah. Lebih mudah menjalaninya, aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar…”

Masih banyak lagi, divide and conquer juga bisa menjadi tips untuk membuat kemampuan kita berkembang dan menjadi hebat (ditengah kesibukan yang merajalela)

Misalnya untuk para penulis, punya konsistensi yang baik untuk produktif menulis itu gak gampang, dan kita (kadang) kudu keras untuk bisa jadi penulis yang baik. Ketika kita absen terlalu lama dalam menulis, kemampuan kita sebenarnya ikut berkurang juga. Ibarat pisau yang rutin diasah, namun seiring waktu, karena faktor apapun, pisau itu gak diasah lagi dalam waktu yang cukup lama. Ketajamannya gak akan sama lagi kan seperti ketika pisau rutin diasah? Butuh rutinitas ulang kan untuk mengembalikan ketajaman itu lagi?

Ini aku temuin di pinterest:

97d308f582d05228e67c9300b0d58ca6

Bahkan di posternya udah tertera ‘conquering” 😉

Di kasus ini, divide and conquer ini bisa jatuh sebagai bentuk komitmen.

Dengan 3 contoh tadi, aku harap kita bisa terus melihat ada lebih banyak divide and conquer di dunia ini.

Dan ketika kalian sudah sering melakukan divide and conquer, bukan gak mungkin kalian akan terpana dengan hasil kalian yang mencapai goal, atau bahkan jauh melampaui goal.

Mentor aku waktu itu bilang, “untuk mencapai goal, kalian perlu buat sub goals nya dulu, dari yang paling kecil, setelah itu selesaikan, dan kalian akan bisa sampai diatas”

Tambahan beliau waktu itu “Jangan pasang goal yang rendah, pasang yang tinggi”

Sebenarnya, sesingkat itu penjelasan divide and conquer, aku percaya kalian bisa nemuin pesannya secara tersurat di tulisan ini.

Well, happy divide and conquer, everyone.

 

Jangan lupa buat share konsep ini, agar selain membantu kehidupan mereka, jurusan  Informatika atau Elektro atau yang lainnya bisa lebih terkenal lagi.

Juga jangan lupa juga buat belajar apapun diluar bidang yang kalian tekuni,

karena semua ilmu terhubung dan gak akan bisa berpijak sendiri di dunia yang kompleks ini.

Sumber terkait:

1.      Teks dosa dan jam diambil dari https://amuli.wordpress.com/2010/05/11/hidup-satu-jam-tanpa-dosa/

2.      Tautan lanjutan untuk poster tips NaNo Writing dari https://scintilla.studio/nanowrimo-the-art-of-1667-words-per-day/#_a5y_p=4792056

3.      Gambar utama berasal dari
https://bertzzie.com/knowledge/analisis-algoritma/DivideAndConquer.html

10.18 PM
creation of girlunderthesky

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close